Suami Yang Baik

Tentang Menjadi Suami Yang Baik

Menjadi seorang suami yang bai bukan berarti menjadi seorang jenderal yang bila memerintah harus dipatuhi, ditakuti dan dikhawatirkan kedatangannya, yang harus terlihat keras. Tapi bukan juga yang tunduk pada semua kemauan istrinya, plin plan dan tak punya pendirian, tak bisa mengambil keputusan dan terlihat lemah tak punya wibawa.

suami yang baik

Menjadi suami yang baik adalah diantara keduanya, agar dihormati dan mendapatkan tempat bernilai di hati dan pandangan istrinya. Bisa diandalkan dan memberi kepastian. Sebab jika suami lemah istrinya berubah jadi macan, bila suami terlalu keraspun istrinya takkan nyaman. Menjadi suami adalah tentang menyeimbangkan diri, tentang adil. Tak lekas marah ketika istrinya berbuat yang keliru, juga tak membiarkan istri hingga dosanya dilakukan terus-menerus. Tegas tapi tak kasar, lembut tapi tidak lemah.

Menjadi suami berarti berada di depan tanpa merasa lebih tahu, memimpin bukan menguasai, mengawal bukan mengamankan, membimbing bukan menyuruh-nyuruh. Sebab Islam itu menyuruh lelaki memuliakan istri, bukan hanya memanjakannya, memuliakan itu mendidiknya hingga taat pada Allah, memanjakan itu membinasakan.

imam yang baik

Dan suami terbaik bukan yang bisa menyediakan apapun yang istrinya minta, tapi yang bisa mengajak istrinya menaati Allah dengan apapun yang dia miliki.

Bila ketaatan itu sudah mewujud dalam rumah tangga, maka Allah akan turunkan sakinah yang mereka pinta, ketenangan dalam menghadapi apapun di dunia.

Leave a Reply